Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Pre Bend dan Release

Teknik gitar Pre bend dan Release yang dibahas saat ini. Pembahasan dilengkapi dengan gambar notasi dan video, sehingga lebih mudah dimengerti.

Pre bend adalah sebuah teknik bermain gitar yang fungsinya menaikkan nada. Prinsipnya sama dengan bending up. Bedanya kalau pre bend ini diangkat dulu senarnya lalu dibunyikan sedangkan bending up dibunyikan dulu baru diangkat. Sementara release adalah mengembalikan ke semula.

Pada banyak partitur ( tabulasi gitar ) pre bend umumnya menggunakan simbol anak panah ke atas (tegak) sedangkan pre bend dan release menggunakan anak panah tegak dan anak panah lengkung ke bawah, seperti pada gambar di atas. Selain itu pre bend kadang ditulis dengan huruf pb dan release ditulis dengan huruf r.

Kita lihat gambar/simbol pre bend dan pre bend & release yang sering digunakan (yang umum).


gambar notasi pre bend dan realease pada tab


Pada bar ke-1 artinya naikkan senar 3 pada fret ke 5 hingga suaranya sama dengan senar 3 fret ke-6. Cara memainkannya tekan senar 3 fret 5 lalu naikkan, setelah senarnya ada di atas bunyikan. Syaratnya suara senar itu harus seperti senar pada fret ke-6. Dengan kata lain notnya naik 1/2 nada.

Sebenarnya teknik ini sangat mudah karena hanya mengangkat senar. Kesulitannya adalah kita harus bisa membedakan naik 1/2 nada. Karenanya harus sering berlatih agar ketika mengangkat senar tahu seberapa tinggi diangkatnya untuk mencapai naik 1/2 nada.

Pada bar ke-2 artinya naikkan senar 3 pada fret ke 5 hingga suaranya sama dengan senar 3 fret ke-6, setelah itu turunkan langsung ke posisi semula, yaitu fret ke-5.

Cara memainkannya tekan senar 3 fret 5 lalu naikkan, setelah senarnya ada di atas bunyikan. Syaratnya suara senar itu harus seperti senar pada fret ke-6. Setelah itu turunkan senar di atas itu ke posisi semula tapi dalam keadaan berbunyi.

Agar lebih jelas, silakan lihat video di bawah ini.



Yang harus diperhatikan dalam teknik bending, baik itu bending up atau pre bend yaitu posisi senar. Maksudnya anda harus tahu senar ke berapa dan fret ke berapa yang paling bagus untuk bending. Misalnya untuk bending up 1/2 nada, kita gunakan fret 5, untuk bending 1 nada atau full bagusnya menggunakan fret yang lebih bawah ( tinggi). Itu jika kita membuat improvisasi sendiri.

Sebagai contoh, anda mainkan bending 1½ nada pada fret ke-5, coba saja. Nanti anda akan tahu yang saya maksud. Dengan kata lain kita tidak bisa membuat bending pada sembarang tempat. Jadi ada tempat-tempat yang cocok untuk bending 1/2 nada, 1 nada dan lainnya.

Contoh lain jika anda akan mencoba bending up 2 nada, maka kita bisa bayangkan harus seberapa tinggi senar gitar diangkat agar memperoleh 2 nada lebih. Ini tentunya akan berpengaruh pada senar gitar dan jari tangan. Jangan-jangan kalau senar murah bisa putus jika digunakan untuk bending up 2 nada. Selain itu memegang senarnya juga harus mantap.

Jika anda ingin tahu fret mana saja yang cocok untuk bending up 1/2 , 1, dan seterusnya, sebaiknya dicoba saja satu per satu. Sebaiknya gunakan gitar elektrik kalau ada. Pasalnya dalam gitar akustik tidak akan leluasa jika mencoba bagian senar yang lebih dalam ( lebih tinggi ) kecuali menggunakan gitar yang ada lekukannya. Juga jangan dipaksa jika tidak mencapai nada yang anda inginkan.

Semoga postingan ini berguna.



NB:

Saya menggunakan istilah fret untuk kolom gitar, padahal fret adalah bagian logamnya. Saya pakai istilah fret karena istilah itu sudah terkenal. Sama seperti menyebut reffrain pada chorus. Padahal chorus itu bukan reffrain. Yang penting anda mengerti maksud saya.